-->

John Doe

Engineer

Developer

Freelancer

Coder

Tuesday, February 23, 2021

Nasi Kucing Blitar


 

Hampir Menyerupai Nasi Kucing Namun Porsinya Lebih Banyak

Bagi pecinta kuliner di Blitar, nama Sego Contong tentu sudah tidak asing di telinga. Warung kaki lima yang buka setiap malam di Pertigaan Cepaka depan SMA YP Kodya Jalan Tanjung nomor 5 Tanjung Kota Blitar ini, selalu menyajikan hal-hal sederhana. Ya, sederhana tempat dan masakannya. Sego Contong mungkin terdengar cukup aneh untuk nama sebuah makanan. Sego yang berarti nasi dan contong berasal dari bahasa jawa nomina (kata benda) pembungkus atau wadah (dari daun atau kertas) yang berbentuk kerucut. Sesuai namanya, Sego Contong adalah nasi beserta lauk pauknya yang dibungkus kertas berbentuk kerucut.

Hary Sanyoto (59), lelaki asal Semarang yang pertama kali memperkenalkan Sego Contong. Saking melekatnya dengan Sego Contong, Hary Sanyoto pun lebih dikenal dengan nama “Hary Sego Contong”. Warung yang dikelolanya sudah buka sejak tahun 2010. Hary merintis usahanya mulai dari nol. Di awal usahanya, selama 2 bulan, Sego Contong Hary hanya laku paling banyak 20 bungkus. Hanya cukup untuk menutupi biaya operasional. Namun jika ada sisa, ia pun merugi.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna Veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat.

0 comments:

Post a Comment

Contact Me

Tuesday, February 23, 2021

Nasi Kucing Blitar


 

Hampir Menyerupai Nasi Kucing Namun Porsinya Lebih Banyak

Bagi pecinta kuliner di Blitar, nama Sego Contong tentu sudah tidak asing di telinga. Warung kaki lima yang buka setiap malam di Pertigaan Cepaka depan SMA YP Kodya Jalan Tanjung nomor 5 Tanjung Kota Blitar ini, selalu menyajikan hal-hal sederhana. Ya, sederhana tempat dan masakannya. Sego Contong mungkin terdengar cukup aneh untuk nama sebuah makanan. Sego yang berarti nasi dan contong berasal dari bahasa jawa nomina (kata benda) pembungkus atau wadah (dari daun atau kertas) yang berbentuk kerucut. Sesuai namanya, Sego Contong adalah nasi beserta lauk pauknya yang dibungkus kertas berbentuk kerucut.

Hary Sanyoto (59), lelaki asal Semarang yang pertama kali memperkenalkan Sego Contong. Saking melekatnya dengan Sego Contong, Hary Sanyoto pun lebih dikenal dengan nama “Hary Sego Contong”. Warung yang dikelolanya sudah buka sejak tahun 2010. Hary merintis usahanya mulai dari nol. Di awal usahanya, selama 2 bulan, Sego Contong Hary hanya laku paling banyak 20 bungkus. Hanya cukup untuk menutupi biaya operasional. Namun jika ada sisa, ia pun merugi.

No comments:

Post a Comment

Tuesday, February 23, 2021

Nasi Kucing Blitar


 

Hampir Menyerupai Nasi Kucing Namun Porsinya Lebih Banyak

Bagi pecinta kuliner di Blitar, nama Sego Contong tentu sudah tidak asing di telinga. Warung kaki lima yang buka setiap malam di Pertigaan Cepaka depan SMA YP Kodya Jalan Tanjung nomor 5 Tanjung Kota Blitar ini, selalu menyajikan hal-hal sederhana. Ya, sederhana tempat dan masakannya. Sego Contong mungkin terdengar cukup aneh untuk nama sebuah makanan. Sego yang berarti nasi dan contong berasal dari bahasa jawa nomina (kata benda) pembungkus atau wadah (dari daun atau kertas) yang berbentuk kerucut. Sesuai namanya, Sego Contong adalah nasi beserta lauk pauknya yang dibungkus kertas berbentuk kerucut.

Hary Sanyoto (59), lelaki asal Semarang yang pertama kali memperkenalkan Sego Contong. Saking melekatnya dengan Sego Contong, Hary Sanyoto pun lebih dikenal dengan nama “Hary Sego Contong”. Warung yang dikelolanya sudah buka sejak tahun 2010. Hary merintis usahanya mulai dari nol. Di awal usahanya, selama 2 bulan, Sego Contong Hary hanya laku paling banyak 20 bungkus. Hanya cukup untuk menutupi biaya operasional. Namun jika ada sisa, ia pun merugi.

No comments:

Post a Comment

Tuesday, February 23, 2021

Nasi Kucing Blitar


 

Hampir Menyerupai Nasi Kucing Namun Porsinya Lebih Banyak

Bagi pecinta kuliner di Blitar, nama Sego Contong tentu sudah tidak asing di telinga. Warung kaki lima yang buka setiap malam di Pertigaan Cepaka depan SMA YP Kodya Jalan Tanjung nomor 5 Tanjung Kota Blitar ini, selalu menyajikan hal-hal sederhana. Ya, sederhana tempat dan masakannya. Sego Contong mungkin terdengar cukup aneh untuk nama sebuah makanan. Sego yang berarti nasi dan contong berasal dari bahasa jawa nomina (kata benda) pembungkus atau wadah (dari daun atau kertas) yang berbentuk kerucut. Sesuai namanya, Sego Contong adalah nasi beserta lauk pauknya yang dibungkus kertas berbentuk kerucut.

Hary Sanyoto (59), lelaki asal Semarang yang pertama kali memperkenalkan Sego Contong. Saking melekatnya dengan Sego Contong, Hary Sanyoto pun lebih dikenal dengan nama “Hary Sego Contong”. Warung yang dikelolanya sudah buka sejak tahun 2010. Hary merintis usahanya mulai dari nol. Di awal usahanya, selama 2 bulan, Sego Contong Hary hanya laku paling banyak 20 bungkus. Hanya cukup untuk menutupi biaya operasional. Namun jika ada sisa, ia pun merugi.

No comments:

Post a Comment

Search This Blog

Tuesday, February 23, 2021

Nasi Kucing Blitar


 

Hampir Menyerupai Nasi Kucing Namun Porsinya Lebih Banyak

Bagi pecinta kuliner di Blitar, nama Sego Contong tentu sudah tidak asing di telinga. Warung kaki lima yang buka setiap malam di Pertigaan Cepaka depan SMA YP Kodya Jalan Tanjung nomor 5 Tanjung Kota Blitar ini, selalu menyajikan hal-hal sederhana. Ya, sederhana tempat dan masakannya. Sego Contong mungkin terdengar cukup aneh untuk nama sebuah makanan. Sego yang berarti nasi dan contong berasal dari bahasa jawa nomina (kata benda) pembungkus atau wadah (dari daun atau kertas) yang berbentuk kerucut. Sesuai namanya, Sego Contong adalah nasi beserta lauk pauknya yang dibungkus kertas berbentuk kerucut.

Hary Sanyoto (59), lelaki asal Semarang yang pertama kali memperkenalkan Sego Contong. Saking melekatnya dengan Sego Contong, Hary Sanyoto pun lebih dikenal dengan nama “Hary Sego Contong”. Warung yang dikelolanya sudah buka sejak tahun 2010. Hary merintis usahanya mulai dari nol. Di awal usahanya, selama 2 bulan, Sego Contong Hary hanya laku paling banyak 20 bungkus. Hanya cukup untuk menutupi biaya operasional. Namun jika ada sisa, ia pun merugi.

No comments:

Post a Comment

Tuesday, February 23, 2021

Nasi Kucing Blitar


 

Hampir Menyerupai Nasi Kucing Namun Porsinya Lebih Banyak

Bagi pecinta kuliner di Blitar, nama Sego Contong tentu sudah tidak asing di telinga. Warung kaki lima yang buka setiap malam di Pertigaan Cepaka depan SMA YP Kodya Jalan Tanjung nomor 5 Tanjung Kota Blitar ini, selalu menyajikan hal-hal sederhana. Ya, sederhana tempat dan masakannya. Sego Contong mungkin terdengar cukup aneh untuk nama sebuah makanan. Sego yang berarti nasi dan contong berasal dari bahasa jawa nomina (kata benda) pembungkus atau wadah (dari daun atau kertas) yang berbentuk kerucut. Sesuai namanya, Sego Contong adalah nasi beserta lauk pauknya yang dibungkus kertas berbentuk kerucut.

Hary Sanyoto (59), lelaki asal Semarang yang pertama kali memperkenalkan Sego Contong. Saking melekatnya dengan Sego Contong, Hary Sanyoto pun lebih dikenal dengan nama “Hary Sego Contong”. Warung yang dikelolanya sudah buka sejak tahun 2010. Hary merintis usahanya mulai dari nol. Di awal usahanya, selama 2 bulan, Sego Contong Hary hanya laku paling banyak 20 bungkus. Hanya cukup untuk menutupi biaya operasional. Namun jika ada sisa, ia pun merugi.

No comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.

Blog Archive

Adress/Street

12 Street West Victoria 1234 Australia

Phone number

+(12) 3456 789

Website

www.johnsmith.com